Walau Sudah Punya Media Sosial, Kenapa Bisnis Anda Masih Butuh Website? itemprop=
ilustrasi

Ayogoweb.com - Tumbuhnya entrepenuer muda saat ini tak lepas dari hadirnya internet, platform media sosial, dan marketplace online. Namun kemudahan mempromosikan produk atau jasa melalui platform tersebut, belumlah lengkap kalau tidak dibekali dengan website. Walau website merupakan wadah tertua dalam pemasaran online, namun dampaknya masih besar.

Sebarkan Artikel ini:

Maraknya dunia usaha di era intenet saat ini patut diapresiasi. Akses internet yang semakin mudah dan semakin murah, ditambah pula hadirnya berbagai platform marketplace online ( pasar online) dan media sosial, semakin memancing masyarakat untuk ‘mau’ berjualan, terutama dari kalangan milenial. 

Dalam perspektif marketing, untuk berdagang atau berjualan minimal harus punya tiga hal, yakni lokasi/tempat, produk/jasa, dan pemasaran. Jadi, setiap pebisnis haruslah memikirkan tigal hal utama ini agar peluang usahanya sukses lebih besar. 

Sebagai pebisnis Anda harus memilih lokasi atau tempat yang tepat untuk berjualan, memiliki produk atau jasa yang akan ditawarkan, dan tentu saja mencari cara agar masyarakat (target pasar) mau membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

Faktor lokasi merupakan hal utama yang sering menjadi permasalahan para pedagang. Dulu bahkan hingga sekarang, lokasi yang representatif tentu saja menjadi rebutan para pedagang. Lokasi representatif didefinisikan sebagai lokasi dimana banyak orang berkumpul. 

Semakin ramai orang yang lalu lalang di sekitar lokasi tersebut, maka harga jual atau sewa properti di lokasi tersebut akan semakin mahal. Tidak semua orang mampu membeli atau menyewa properti itu. 

Ada anggapan, kalau tidak berjualan di lokasi yang ramai orangnya, maka bisnis Anda tidak akan sukses. Hal ini lah yang selalu menjadi penghambat para pebisnis yang minim modal, apalagi anak-anak muda yang baru lulus sekolah yang ingin mencoba berbisnis. Padahal semangat entrepenuer sejak muda harus terus digenjot untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru.

Namun di era internet seperti sekarang ini, semua anggapan itu berubah. Anda tidak perlu lagi harus mencari lokasi yang dilalui banyak orang. Karena faktor lokasi tidak lagi terlalu penting. Karena saat ini Anda bisa berbisnis darimana saja atau berjualan darimana saja. 

Pada era marketing 4.0 saat ini, faktor pemasaran sudah menggantikan posisi faktor lokasi. Pemasaran atau tindakan marketing kini harus menjadi perhatian utama daripada faktor lokasi.  

Pemahaman terhadap perjalanan seseorang (customer journey) mulai dari masyarakat melihat produk atau brand Anda hingga akhirnya mereka membelinya, harus lah mendapatkan perhatian utama pada setiap pebisnis era internet saat ini.

Platform-platform media sosial di internet, seperti instagram, facebook, youtube, tiktok bisa Anda gunakan sebagai pintu awal untuk memperkenalkan bisnis Anda ke masyarakat (target pasar).  

Media-media sosial tersebut bisa dimanfaatkan ketika  bsinsi Anda berada dalam fase brand awareness alias fase untuk menciptakan kesadaran merek. Karena media sosial saat ini adalah tempat berkumpulnya banyak masyarakat, terutama anak-anak muda.

Hati-hati juga ketika Anda memperkenalkan brand atau produk Anda di media sosial. Yang perlu dipahami adalah masyarakat tidak mau diganggu dengan iklan atau jualan produk, ketika mereka berselancar di media sosial. Jadi usahakan konten media sosial bisnis Anda tidak selalu di isi oleh konten-konten jualan atau yang sifatnya hard selling. 

Saat ini adalah zamannya kepercayaan. Brand atau produk yang bisa dipercaya, maka itulah yang akan dipilih masyarakat. Membangun kepercayaan mesti dilakukan dengan komunikasi. Yang berarti bahwa bagaimana Anda berusaha memberikan informasi pada masyarakat bahwa brand atau produk Anda betul-betul bisa memenuhi kebutuhan mereka atau memberikan solusi terhadap permasalahan mereka. 

Platform media sosial adalah salah satu solusi sebagai kanal untuk berkomunikasi dalam rangka membangun kepercayaan pada masyarakat. Tentu saja dengan konten-konten yang menarik, yang kiranya memberikan informasi yang solutif.

Hadir di media sosial saja tidak cukup, karena media sosial juga memiliki keterbatasan dan kekurangan. Media sosial tidak mampu secara maksimal menghadirkan keseluruhan informasi dari usaha Anda. Media sosial tidak juga maksimal mendongkrak kepercayaan calon konsumen terhadap produk atau brand Anda. Sehingga Anda memerlukan wadah lain untuk melengkapi itu semua.

Dalam marketing, media sosial berada pada posisi sebagai etalase atau beranda dari toko Anda. Fungsinya sebagai sounding aliias memberi tahu kepada khalayak ramai terhadap hadirnya brand atau produk usaha Anda.

Ketika masyarakat merasa tertarik dengan konten dari media sosial usaha Anda, maka mereka ingin mengenal lebih dalam tentang usaha Anda. Tindakan mereka kemudian adalah mencarI dan meng klik link yang dicantumkan pada media sosial tersebut. 

Mereka berharap dengan men klik link tersebut, mereka mendapatkan informasi lebih dalam tentang usaha Anda,  apa saja produk/jasa yang dijual, deskripsi lengkap tentang produk/jasa yang ditawarkan, mencari informasi apakah produk/jasa tersebut benar-benar menjadi solusi pada permasalahan mereka, dimana mereka bisa mendapatkannya, dan sebagainya. Nah, itu semua bisa dihadirkan oleh website.

Kalau media sosial adalah etalase atau berandanya, sedangkan website adalah isi dalam toko nya. Apakah Anda sudah punya website? Jangan sampai Anda kehilangan prospek cuan hanya karena usaha Anda tidak punya website.

 

Ilustrasi dari kitepromoin.com