Onlinekan Coffee Shop Anda, Jika Tidak Mau Gagal Berbisnis itemprop=
ilustrasi

Ayogoweb.com - Mendirikan bisnis Coffee Shop saat ini menjadi trend bagi dunia entreprenuer. Eksis di internet merupakan satu faktor kesuksesan bisnis coffee shop saat ini. Kenapa demikian?

Sebarkan Artikel ini:

Minum kopi di era internet seperti sekarang sudah menjadi gaya hidup, terutama bagi anak muda. Kalau dulu, yang minum kopi cendrung didominasi oleh kalangan bapak-bapak, biasanya ditemani isapan rokok, sambil mencari inspirasi, bersantai, ataupun berpikir gimana caranya menyelesaikan masalah hidup. 

Namun kini, menjamur nya trend coffee shop atau pun kedai kopi di berbagai kota didorong oleh bertumbuhnya jumlah anak muda, atau dikenal dengan istilah kalangan milenial. 

Saat ini, anak muda sudah mendominasi populasi masyarakat Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), berdasarkan hasil sensus sepanjang tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia didominasi anak usia muda. 

Hasil sensus BPS menunjukkan jumlah anak muda dari generasi Z setara dengan 27,94 persen per total populasi penduduk Indonesia, sedangkan jumlah anak muda dari generasi milenial setara dengan 25,87 persen per total populasi penduduk.  Sedangkan generasi X, alias generasi yang lahir dari tahun 1965 hingga 1980 berjumlah setara dengan 21,88 persen dari total populasi penduduk Indonesia.

Anak muda generasi Z merupakan anak muda dengan rentang usia kelahiran dari tahun 1997 hingga 2012. Sedangkan anak muda generasi milenial atau generasi Y merupakan anak muda dengan rentang usia kelahiran dari tahun 1981 hingga 1996 (saat ini berusia 25 hingga 39 tahun). 

Gaya hidup berkumpul, nongkrong, bekerja freelance, bekerja di luar kantor, mencari teman, ataupun sekedar bersantai melepas penat dari aktifitas sehari-hari, menjadi kebiasaan anak muda era digital sekarang. Kebiasaan itu membuat para anak muda mencari tempat representatif untuk memenuhi gaya hidupnya. Salah satu tempat yang paling banyak diminati adalah kedai kopi atau coffee shop.

Saking banyaknya gerai kopi saat ini membuat persaingan tempat nongkrong favorit anak muda ini semakin ketat. Biasanya kombinasi dari harga, produk kopi itu sendiri, pelayanan dan fasilitas, serta lokasi menjadi faktor utama suatu kedai kopi ramai dikunjungi.

Bagi coffee shop yang sudah punya nama, kedai kopi legendaris yang sudah punya pelanggan setia, apalagi coffee shop yang lokasinya berada dekat dengan lingkungan titik berkumpulnya para anak muda seperti sekitar kampus, pusat perbelanjaan, atau sekitar komplek perkantoran, merupakan suatu previllage. 

Kedai kopi dengan previllage tersebut lebih mendapat lirikan dan pertimbangan utama ketika para anak muda ingin mencari coffee shop atau kedai kopi. Dalam arti, para anak muda akan memilih kedai kopi atau coffee shop yang berada di top of mind mereka (tentunya kedai kopi yang sudah ternama), atau kedai kopi terdekat dengan lokasi aktifitas mereka.

Terus, bagaimana dengan kedai kopi atau coffee shop yang tidak memiliki previllage tersebut, alias kedai kopi yang belum punya nama, kedai kopi yang baru merintis, atau kedai kopi yang lokasinya jauh dari titik kumpul kegiatan anak muda?

Perlu diketahui bahwa mendirikan kedai kopi saat ini tidaklah begitu sulit dan juga sangat menguntungkan jika pandai mengelolanya. Tidak heran, banyak para  pebisnis pemula menjadikan bisnis kedai kopi atau coffee shop sebagai daftar pilihan usahanya. Akibatnya, jumlah kedai kopi atau coffee shop semakin banyak. Namun menjamurnya kedai kopi yang sama-sama menargetkan pasar anak muda mendatangkan tantangan yang tidak mudah.

Tantangan bagi para pebisnis baru di industri retail kedai kopi, terutama yang menjadikan anak muda sebagai target pasarnya adalah bagaimana caranya membuat supaya previllage yang dimiliki kedai kopi atau coffee shop lain itu tidak begitu relevan lagi. Karena, tidak semua kedai kopi bisa memiliki previllage tersebut disebabkan oleh berbagai keterbatasan, terutama masalah ketersediaan ruang dan modal. 

Mendapatkan ruang di lokasi-lokasi strategis dimana tempat anak muda berkumpul tidak lah mudah, belum lagi persaingan dengan kompetitor lainnya, kalau pun ada bisa jadi biaya sewa tempatnya sangat mahal. Artinya, walaupun lokasi kedai kopi Anda terpaksa berada jauh dari titik keramaian anak muda, namun bagaimana caranya agar  kedai kopi atau coffee shop Anda masih bisa tetap ramai dikunjungi. 

Walaupun kedai kopi Anda masih baru, belum ternama,  namun masih bisa membuat brandnya masuk dalam radar pilihan anak muda. Nah, di era marketing 4.0 saat ini, hal tersebut sangat bisa diwujudkan. 

Di era marketing 4.0, brand yang sering muncul di internet bahkan brand yang mampu mendapatkan atensi dalam perbincangan netizen atau warganet, berpeluang besar mendapatkan perhatian, lirikan atau mendapatkan posisi utama dalam top of mind anak muda. 

Tentunya hal tersebut membuat semakin terbukanya peluang brand kedai kopi atau coffee shop Anda untuk dipilih oleh anak muda sebagai tempat untuk memenuhi gaya hidup mereka.

Perlu diketahui bahwa anak muda generasi milenial dan generasi z, adalah generasi yang sangat dekat dengan perangkat teknologi informasi. Mereka dikenal sebagai generasi digital. Hampir semua aktifitas kehidupan mereka sangat bergantung pada handphone atau laptop. 

Ibaratnya, perangkat-perangkat elektronik yang tersambung ke internet tersebut sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi milenial dan generasi z. Kalau mereka mau mencari informasi atau referensi, yang dituju adalah internet.

Nah, di era marketing 4.0 saat ini, pengelola coffee shop atau kedai kopi harusnya menyadari keterkaitan antara dunia digital internet dan anak muda. Kalau dulu titik kumpul anak muda biasanya ada di sekitar kampus, perkantoran, fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan, namun di era  marketing 4.0 saat ini, internet adalah titik kumpul terbaru anak muda. 

Maka dari itu, pengelola kedai kopi atau coffee shop harus memanfaakan titik kumpul ini. Meng onlinekan kedai shop atau coffee shop Anda di era milenial saat ini adalah suatu keharusan sebagai bagian dari faktor utama kesuksesan bisnis kedai kopi atau coffee shop Anda.

Ilustrasi by: kompas.com